Mengupdate Salah Satu Kolom Tabel Database Berdasarkan Kolom di Tabel Database Lain

saya punya database mariadb dengan nama sik, didalamnya ada table reg_periksa dan surat_keterangan_sehat, didalam kedua table tersebut ada kolom no_rawat dan kd_dokter, bagaimana querynya mengupdate kd_dokter yang ditable surat_keterangan_sehat berdasarkan kd_dokter di reg_periksa sesuai no_rawat
ChatGPT said:
ChatGPT

Berikut adalah query SQL untuk memperbarui nilai kd_dokter di tabel surat_keterangan_sehat berdasarkan nilai kd_dokter di tabel reg_periksa dengan mencocokkan kolom no_rawat di kedua tabel:

sql
UPDATE surat_keterangan_sehat AS sks
JOIN reg_periksa AS rp
ON sks.no_rawat = rp.no_rawat
SET sks.kd_dokter = rp.kd_dokter;

Penjelasan:

  1. UPDATE surat_keterangan_sehat AS sks: Menentukan tabel yang akan diperbarui (surat_keterangan_sehat) dan memberikan alias sks untuk mempermudah penulisan.
  2. JOIN reg_periksa AS rp: Menggabungkan tabel reg_periksa dengan alias rp menggunakan JOIN.
  3. ON sks.no_rawat = rp.no_rawat: Menghubungkan kedua tabel berdasarkan kolom no_rawat.
  4. SET sks.kd_dokter = rp.kd_dokter: Mengatur kolom kd_dokter di tabel surat_keterangan_sehat agar bernilai sama dengan kolom kd_dokter dari tabel reg_periksa.

Catatan:

  • Pastikan kolom no_rawat di kedua tabel memiliki nilai yang cocok untuk penghubung.
  • Sebaiknya Anda membuat backup database terlebih dahulu sebelum menjalankan query ini, terutama jika dijalankan pada database produksi.
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Layout Manager Netbeans

Layout Manager di NetBeans adalah mekanisme yang digunakan untuk mengatur tata letak komponen dalam sebuah container (misalnya JPanel, JFrame, atau JDialog) di aplikasi Java GUI. NetBeans menyediakan GUI Builder (Matisse)yang memungkinkan pengembang mendesain antarmuka grafis secara visual tanpa menulis banyak kode secara manual.

Berikut adalah penjelasan tentang berbagai Layout Manager yang dapat digunakan di NetBeans:


1. Free Design (Default NetBeans Layout)

  • Free Design adalah tata letak default di GUI Builder NetBeans.
  • Memungkinkan komponen ditempatkan dan diatur dengan drag-and-drop secara bebas.
  • Komponen otomatis disejajarkan menggunakan panduan snap lines untuk memastikan tata letak yang rapi.
  • NetBeans secara otomatis menghasilkan kode berbasis GroupLayout di latar belakang.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan untuk pemula.
  • Tidak memerlukan pemahaman mendalam tentang layout manager manual.
  • Desain bersifat visual dan intuitif.

Kekurangan:

  • Kode yang dihasilkan terkadang sulit dibaca atau diubah secara manual.
  • Tidak fleksibel untuk desain dinamis (misalnya saat layar diubah ukurannya).

2. BorderLayout

  • Membagi container menjadi lima area:
    • North (Atas)
    • South (Bawah)
    • East (Kanan)
    • West (Kiri)
    • Center (Tengah)
  • Setiap area hanya dapat menampung satu komponen.

Kelebihan:

  • Sederhana dan efektif untuk tata letak dengan hierarki jelas.
  • Cocok untuk aplikasi dengan header, footer, dan konten utama.

Kekurangan:

  • Kurang fleksibel jika lebih dari satu komponen dibutuhkan dalam satu area.

3. FlowLayout

  • Menempatkan komponen secara berurutan (dari kiri ke kanan) seperti teks dalam paragraf.
  • Komponen akan pindah ke baris berikutnya jika tidak ada ruang yang cukup.

Kelebihan:

  • Sangat sederhana untuk tata letak dasar.
  • Komponen otomatis mengatur posisi berdasarkan ukuran container.

Kekurangan:

  • Tidak ideal untuk tata letak yang kompleks.

4. GridLayout

  • Membagi container menjadi grid dengan jumlah baris dan kolom tetap.
  • Semua komponen memiliki ukuran yang sama.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan untuk tata letak berbasis tabel.
  • Memastikan tata letak simetris.

Kekurangan:

  • Kurang fleksibel karena semua komponen memiliki ukuran yang sama.

5. GridBagLayout

  • Layout manager yang sangat fleksibel dan kuat.
  • Memungkinkan pengaturan posisi dan ukuran komponen berdasarkan grid yang lebih kompleks.
  • Setiap komponen dapat memiliki ukuran relatif yang berbeda.

Kelebihan:

  • Cocok untuk desain yang kompleks dan dinamis.
  • Mendukung perbedaan ukuran komponen.

Kekurangan:

  • Lebih sulit digunakan dan memerlukan pemahaman mendalam.

6. CardLayout

  • Menyusun komponen seperti tumpukan kartu, di mana hanya satu kartu yang terlihat pada satu waktu.
  • Cocok untuk membuat wizard atau tab view.

Kelebihan:

  • Sederhana untuk mengelola tata letak yang berubah-ubah.

Kekurangan:

  • Hanya satu komponen yang dapat terlihat dalam satu waktu.

7. Absolute Layout

  • Memungkinkan pengembang menentukan posisi dan ukuran komponen secara manual.
  • NetBeans GUI Builder juga mendukung ini, tetapi jarang digunakan karena kurang fleksibel.

Kelebihan:

  • Memberikan kontrol penuh atas tata letak.

Kekurangan:

  • Sulit diubah jika aplikasi dijalankan pada layar dengan ukuran berbeda.
  • Tidak mendukung responsivitas.

Tips Desain dengan Layout Manager di NetBeans:

  • Gunakan GUI Builder untuk mendesain secara visual: Drag-and-drop komponen, dan NetBeans akan memilih layout yang sesuai.
  • Tetapkan ukuran minimum, maksimum, dan preferensi komponen: Agar desain tetap rapi di berbagai resolusi.
  • Gunakan kombinasi layout: Anda bisa menanamkan panel dengan layout yang berbeda dalam container yang sama untuk hasil yang lebih kompleks.
  • Simulasikan di berbagai ukuran layar: Untuk memastikan desain tetap responsif.
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Cara Masuk ke Bios Motherboard MSI

Langkah 1. Akses pengaturan Windows Anda

Buka menu mulai Windows Anda dan pilih “Settings” (Pengaturan) yang terletak di panel kiri. Anda juga dapat mengakses pengaturan Windows dengan menggunakan tombol pintas Windows + I.

Langkah 2. Pilih “Update & Security” (Pembaruan & Keamanan)

Di dalam jendela ini, Anda mungkin perlu menggulir ke bawah untuk menemukan tombol “Update & Security” (Pembaruan & Keamanan).

Langkah 3. Pilih “Recovery”

Langkah 4. Klik “Restart now”

Di bagian “Advanced startup” (Penyiapan lanjutan), Anda akan melihat tombol “Restart now” (Hidupkan ulang sekarang) yang memungkinkan Anda me-reboot PC Anda untuk konfigurasi atau pemulihan.

Setelah PC mem-boot kembali, Anda akan melihat menu khusus yang memberi Anda opsi untuk “Use a device (Gunakan perangkat),” “Continue (Lanjutkan),” “Turn off your PC” (Matikan PC Anda), atau “Troubleshoot” (Pecahkan Masalah).

Langkah 5. Pilih “Troubleshoot” (Pecahkan Masalah)

Di jendela ini, pilih “Advanced options” (Opsi lanjutan), lalu pilih “UEFI Firmware Settings” (Pengaturan Firmware UEFI). Ini akan memungkinkan Anda untuk masuk ke BIOS pada PC Windows 10.

Langkah 6. Konfirmasi hidupkan ulang

Jika PC Anda menjalankan Windows 8.1 atau Windows 8, metode ini juga dapat digunakan untuk sistem operasi lama Anda.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Cara Reset Setingan Finder Pada Mac Os

1. Tutup Finder

  • Tekan tombol Option (Alt) di keyboard.
  • Klik kanan ikon Finder di Dock.
  • Pilih Relaunch untuk menutup dan membuka ulang Finder.

2. Hapus File Preferensi Finder

Finder menyimpan pengaturannya di file preferensi, dan menghapus file ini akan mereset pengaturan Finder ke default.

  • Langkah-langkah:
    1. Buka aplikasi Terminal (Cari melalui Spotlight dengan menekan Command + Space, lalu ketik “Terminal”).
    2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:
      bash
      rm ~/Library/Preferences/com.apple.finder.plist
    3. Setelah itu, reset Finder dengan mengetik perintah berikut di Terminal:
      bash
      killall Finder

3. Reset Dock (Opsional)

Jika Anda ingin mengatur ulang juga tampilan Finder di Dock:

  • Buka Terminal.
  • Jalankan perintah ini:
    bash
    defaults delete com.apple.dock
    killall Dock

4. Reboot (Jika Diperlukan)

Jika perubahan belum berlaku, restart Mac Anda dengan menekan menu Apple () > Restart.

Setelah langkah ini, Finder akan kembali ke pengaturan default. Semua preferensi yang sebelumnya diatur (seperti tata letak, tampilan folder, dan lainnya) akan direset.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Error di Netbeans 24 Java 21 Exception in thread “AWT-EventQueue-0” java.lang.IllegalAccessError: superclass access check failed: class com.sun.java.swing.plaf.windows.XPStyle$SkinPainter (in unnamed module @0x4bb16cf4) cannot access class sun.swing.CachedPainter (in module java.desktop) because module java.desktop does not export sun.swing to unnamed module

Exception in thread “AWT-EventQueue-0” java.lang.IllegalAccessError: superclass access check failed: class com.sun.java.swing.plaf.windows.XPStyle$SkinPainter (in unnamed module @0x4bb16cf4) cannot access class sun.swing.CachedPainter (in module java.desktop) because module java.desktop does not export sun.swing to unnamed module @0x4bb16cf4 at java.base/java.lang.ClassLoader.defineClass1(Native Method) at java.base/java.lang.ClassLoader.defineClass(ClassLoader.java:1027) at java.base/java.security.SecureClassLoader.defineClass(SecureClassLoader.java:150) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.defineClass(BuiltinClassLoader.java:862) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.findClassOnClassPathOrNull(BuiltinClassLoader.java:760) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.loadClassOrNull(BuiltinClassLoader.java:681) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.loadClass(BuiltinClassLoader.java:639) at java.base/jdk.internal.loader.ClassLoaders$AppClassLoader.loadClass(ClassLoaders.java:188) at java.base/java.lang.ClassLoader.loadClass(ClassLoader.java:526) at com.sun.java.swing.plaf.windows.XPStyle.<clinit>(XPStyle.java:71) at com.sun.java.swing.plaf.windows.WindowsComboBoxUI.createRenderer(WindowsComboBoxUI.java:392) at java.desktop/javax.swing.plaf.basic.BasicComboBoxUI.installUI(BasicComboBoxUI.java:304) at com.sun.java.swing.plaf.windows.WindowsComboBoxUI.installUI(WindowsComboBoxUI.java:144) at java.desktop/javax.swing.JComponent.setUI(JComponent.java:740) at uz.ncipro.calendar.JDateTimePicker.updateUI(JDateTimePicker.java:48) at java.desktop/javax.swing.JComboBox.init(JComboBox.java:266) at java.desktop/javax.swing.JComboBox.<init>(JComboBox.java:260) at uz.ncipro.calendar.JDateTimePicker.<init>(JDateTimePicker.java:26) at widget.Tanggal.<init>(Tanggal.java:17) at keuangan.DlgBilingRalan.initComponents(DlgBilingRalan.java:782) at keuangan.DlgBilingRalan.<init>(DlgBilingRalan.java:201) at simrskhanza.DlgKasirRalan.<init>(DlgKasirRalan.java:254) at simrskhanza.frmUtama.<init>(frmUtama.java:1184) at simrskhanza.frmUtama.getInstance(frmUtama.java:1295) at simrskhanza.SIMRSKhanza.lambda$main$0(SIMRSKhanza.java:27) at java.desktop/java.awt.event.InvocationEvent.dispatch(InvocationEvent.java:318) at java.desktop/java.awt.EventQueue.dispatchEventImpl(EventQueue.java:773) at java.desktop/java.awt.EventQueue$4.run(EventQueue.java:720) at java.desktop/java.awt.EventQueue$4.run(EventQueue.java:714) at java.base/java.security.AccessController.doPrivileged(AccessController.java:400) at java.base/java.security.ProtectionDomain$JavaSecurityAccessImpl.doIntersectionPrivilege(ProtectionDomain.java:87) at java.desktop/java.awt.EventQueue.dispatchEvent(EventQueue.java:742) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpOneEventForFilters(EventDispatchThread.java:203) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEventsForFilter(EventDispatchThread.java:124) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEventsForHierarchy(EventDispatchThread.java:113) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEvents(EventDispatchThread.java:109) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEvents(EventDispatchThread.java:101) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.run(EventDispatchThread.java:90)

Error tersebut menunjukkan bahwa ada masalah dengan akses ke kelas internal di modul Java (sun.swing.CachedPainter) yang tidak diekspor oleh modul java.desktop. Hal ini disebabkan oleh perubahan dalam modularisasi JDK sejak Java 9, di mana akses ke API internal seperti sun.swing tidak lagi diizinkan secara default.

Error ini terjadi karena pustaka atau kode yang Anda gunakan, seperti Swing Look and Feel pada com.sun.java.swing.plaf.windows, mencoba mengakses API internal yang tidak diekspor.

Penyebab Utama

  1. Kode Lama yang Tidak Kompatibel dengan JDK Modern: SIMRS Khanza kemungkinan menggunakan pustaka atau komponen (seperti JDateTimePicker) yang tidak diperbarui untuk mendukung modularisasi JDK.
  2. JDK 21 Memperketat Modul Internal: JDK modern semakin ketat membatasi penggunaan API internal, sehingga pustaka atau framework lama yang mengandalkan modul internal seperti sun.swing akan gagal.

Solusi

1. Gunakan JVM Opsi --add-exports

Tambahkan opsi berikut saat menjalankan aplikasi untuk memperbolehkan modul java.desktop mengekspor sun.swing:

bash
--add-exports=java.desktop/sun.swing=ALL-UNNAMED

Langkah:

  • Jika menjalankan dari NetBeans:
    • Masuk ke Project Properties > Run > VM Options.
    • Tambahkan:
      css
      --add-exports=java.desktop/sun.swing=ALL-UNNAMED
  • Jika menjalankan dari command-line:
    bash
    java --add-exports=java.desktop/sun.swing=ALL-UNNAMED -jar SIMRSKhanza.jar

2. Gunakan JDK Lama

Jika memungkinkan, gunakan JDK yang lebih tua, seperti JDK 8, di mana modularisasi belum diperkenalkan, atau JDK 17 (LTS) dengan lebih sedikit pembatasan dibandingkan JDK 21.

  • BellSoft Liberica JDK 8 atau OpenJDK 8 sering digunakan dengan aplikasi lama seperti SIMRS Khanza.
  • Untuk NetBeans, sesuaikan netbeans_jdkhome di file konfigurasi netbeans.conf.

3. Pembaruan Kode

  • Perbarui pustaka eksternal seperti JDateTimePicker agar kompatibel dengan versi Java modern.
  • Ubah implementasi kode yang menggunakan API internal (seperti sun.swing.CachedPainter) ke alternatif yang didukung.

4. Gunakan OpenJFX untuk JavaFX

Jika Anda bisa mengganti komponen Swing yang bermasalah dengan JavaFX, ini adalah solusi jangka panjang untuk menjaga kompatibilitas dengan versi Java modern.

5. Modifikasi Aplikasi Khanza

  • Anda bisa mencoba memperbaiki kode secara langsung jika memiliki akses ke sumbernya. Periksa bagian JDateTimePicker dan pastikan tidak mengandalkan sun.swing.
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Pasien Resiko Tinggi

Pasien yang masuk dalam pelayanan risiko tinggi yaitu yang memerlukan peralatan yang kompleks, yang diperlukan untuk pengobatan penyakit yang mengancam jiwa (pasien dialisis),
sifat pengobatan (penggunaan darah atau produk darah), potensi yang membahayakan pasien atau efek toksik dari obat berisiko tinggi (misalnya kemoterapi).

Beberapa pasien yang digolongkan risiko-tinggi karena umur, kondisi, atau kebutuhan yang bersifat kritis. Anak dan lanjut usia dimasukkan dalam kelompok ini karena mereka sering
tidak dapat menyampaikan pendapatnya, tidak mengerti proses asuhan dan tidak dapat ikut memberi keputusan tentang asuhannya. Demikian pula, pasien yang ketakutan, bingung
atau koma tidak mampu memahami proses asuhan bila asuhan harus diberikan secara cepat dan efisien.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Jawaban Post Test Pelatihan TPK (Tenaga Pelatih Kesehatan) Nilai 89

Perbedaan media dan alat bantu pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Media memiliki peran utama dalam keberhasilan pembelajaran, alat bantu hanya menjadi perantara dalam memudahkan penyampaian informasi

Media merupakan sarana/peralatan yang digunakan untuk membantu fasilitator dalam proses belajar, alat bantu adalah sarana/peralatan yang berfungsi untuk memperjelas pesan yang disampaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran

Alat bantu memiliki peran utama dalam keberhasilan pembelajaran, media hanya menjadi perantara dalam memudahkan penyampaian informasi

Tanpa ada media tujuan pembelajaran tetap dapat tercapai dengan baik, tapi tanpa ada alat bantu tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai

 

 

Metode pembelajaran dengan domain utama efektif adalah:

Bobot:2.86

Bed side teaching

Simulasi

Demonstrasi

Role play

 

Media pembelajaran berfungsi untuk merangsang indera manusia dalam proses pembelajaran, menurut Edgar Dell, di bawah ini media mana yang mempunyai efek dalam membantu prsoses pembelajaran paling optimal:

Bobot:2.86

Media berbentuk benda asli

Media berbentuk benda tiruan

Media berbentuk benda miniatur

Media berbentuk gambar benda (foto)

 

Penilaian hasil pembelajaran domain psikomotorik dapat diimplementasikan dengan menggunakan:

Bobot:2.86

Pengawasan

Pertanyaan

Perilaku

Pengamatan

 

 

Karakteristik peserta sebagai orang dewasa dalam proses pembelajaran yaitu:

Bobot:2.86

Orang dewasa memiliki nilai, keyakinan dan pendapat yang sulit untuk dirubah

Orang dewasa mempunyai kebanggaan terhadap dirinya sendiri, sehingga sering munculnya ego yang berlebihan

Orang dewasa mempunyai banyak pengalaman untuk dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi peserta lain termasuk fasilitator

Orang dewasa selalu menunggu dalam menerapkan informasi atau ketrampilan baru pada masalah atau situasi terkini

 

 

Peserta belajar dari apa yang pelatih sampaikan, pelatih belajar dari apa yang peserta tanyakan, adalah manfaat dari :

Bobot:2.86

Media pembelajaran

Presentasi interaktif

Evaluasi pembelajaran

Training Need Asesment

 

Pemilihan media pembelajaran tidak ditetapkan berdasarkan:

Bobot:2.86

Seberapa banyak bahan materi yang akan disampaikan

Pencapaian tujuan pembelajaran

Kemampuan fasilitator

Kemampuan peserta

 

 

Berikut ini yang termasuk pada fase pembukaan presentasi, adalah ;

Bobot:2.86

Call to action

Menggunakan teknik tanya-jawab yang efektif

Mengelola hubungan interaktif

Penyampaian hasil belajar dan indikator hasil belajar

 

 

Tujuan Satuan Acara Pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Menentukan materi yang akan dipelajari, kegiatan yang harus dilaksanakan dan pengalaman yg harus diperoleh

Pedoman dari kegiatan pelatihan, menentukan proses pelaksanaan dan hasil pelatihan

Pedoman dan arah bagi fasilitator dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran

Pedoman bagi panitia dalam penyelenggaraan pelatihan untuk mencapai tujuan pembelajaran

 

Merupakan pembelajaran kontekstual dan interaktif yang mendekatkan pembelajar pada real clinical setting

Bobot:2.86

Bed side teaching

Simulasi

Demonstrasi

Role play

 

Salah satu kunci sukses dalam Pembelajaran Orang Dewasa (POD) adalah :

Bobot:2.86

POD bermuara pada keseriusan fasilitator dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran

Orang dewasa mampu mengatur dirinya sendiri, dengan demikian peranan pengajar lebih sebagai fasilitator

Fasilitator menghindari kesalahan sekecil apapun dalam mengatur kelancaran dan kecepatan proses pembelajaran

Dalam pembelajaran orang dewasa, penentuan waktu belajar (kapan dan berapa lama) disesuaikan dengan keinginan peserta sebagai orang dewasa

 

Berikut ini bukan merupakan unsur-unsur strategi implementasi POD :

Bobot:2.86

Waktu pembelajaran

Tempat pembelajaran

Metode pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran

 

Metode Pembelajaran yang cepat menghasilkan reaksi rantai pendapat, namun peserta tidak segera tahu apakah pendapatnya betul atau salah.

Bobot:2.86

Ceramah, Tanya – jawab

Brain storming

Diskusi kelompok

Window shopping

 

Bukan merupakan fungsi media pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Memperjelas pesan dan informasi

Menimbulkan motivasi dan interaksi

Mengatasi keterbasan indera, ruang, dan waktu

Merangsang indera yang dikehendaki fasilitator

 

Yang bukan menjadi faktor pertimbangan memilih Metode Pembelajaran, adalah:

Bobot:2.86

Pelatih sendiri

Peserta pelatihan

Tujuan pelatihan

Norma pelatihan

 

Berikut adalah komponen-komponen yang harus ada dalam rencana pembelajaran, kecuali:

Bobot:2.86

Kegiatan panitia

Indikator hasil belajar

Media dan alat bantu belajar

Kegiatan fasilitator dan peserta

 

 

Bukan merupakan kriteria pemilihan alat bantu pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Pencapaian tujuan pembelajaran

Metode yang dipergunakan

Kemampuan fasilitator

Alat tiruan akan lebih efektif

 

 

Cara menjawab pertanyaan peserta

Bobot:2.86

Langsung menjawab sesuai pertanyaan peserta

Mempersilahkan peserta untuk mencari jawaban sendiri melalui sumber belajar lainnya

Mempersilahkan peserta lain terlebih dahulu untuk menanggapi dan memberikan jawaban

Mengajak penanya untuk berdiskusi

 

Berikut ini, bukan termasuk manfaat melakukan latihan presentasi :

Bobot:2.86

Meningkatkan kecepatan dalam menyampaikan materi

Memastikan kesinambungan poin-poin

Menemukan cara terbaik menyampaikan

Memperkirakan waktu

 

Tidak dapat digunakan untuk mempertahankan motivasi peserta

Bobot:2.86

Mengajak peserta untuk melakukan berbagai energizer

Melakukan evaluasi pembelajaran

Mengajak peserta menyanyikan lagu yang tematik dengan content materi pembelajaran

Mengajak peserta tepuk tangan

 

Prinsip-prinsip penilaian hasil belajar peserta pelatihan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Bobot:2.86

Sahih, objectif, adil, terpadu, predictable, menyeluruh, sistematis, akuntabel

Sahih, objectif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis, akuntabel

Sahih, objectif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, eligibel, akuntabel

Sahih, objectif, adil, terpadu, terbuka, konklusif, sistematis, akuntabel

 

Jenis evaluasi hasil belajar yaitu :

Bobot:2.86

Sumatif, formatif, komprehensif

Sumatif, pre post test, komprehensif

Pre post test, formatif, komprehensif

Sumatif, formatif, pre post test

 

Satuan Acara Pembelajaran disusun oleh:

Bobot:2.86

Panitia penyelenggara

Fasilitator/Pelatih

Tim Penyusun Kurikulum dan Modul

Peserta

 

Cara menangani peserta dominan

Bobot:2.86

Meminta peserta lain menanggapi

Mempersilahkan untuk menyampaikan pendapatnya sampai selesai

Menjelaskan tata tertib pelatihan

Memberhentikan pembicaraan dengan sopan

 

Rencana Pembelajaran merupakan:

Bobot:2.86

Merupakan suatu proses kerjasama antara pelatih dan pengendali diklat untuk mencapai tujuan bersama

Merupakan suatu proses kerjasama antara pelatih dan peserta untuk mencapai tujuan bersama

Merupakan kegiatan mandiri dari pelatih untuk mencapai tujuan pembelajaran

Merupakan kegiatan mandiri dari pelatih untuk membuat acuan pembelajaran

 

Instrumen evaluasi hasil belajar dengan test :

Bobot:2.86

Evaluasi melalui observasi

Evaluasi melalui penugasan

Evaluasi melalui essay

Evaluasi melalui proyek perubahan

 

Prinsip-prinsip menyusun rencana pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Harus detail tentang hal-hal besar dan kecil yang dilakukan oleh fasilitator

Bagian demi bagian dijelaskan terpisah

Bersifat tetap, tidak boleh diubah

Sederhana

 

Berikut ini yang tidak sebaiknya saudara lakukan jika dikelas ada peserta yang seolah mengadakan presentasi tandinga

Bobot:2.86

Tanya ke peserta lain, apakah terganggu

Melakukan apresiasi

Dipotong agar tindak lanjut

Diberikan alternatif untuk mencari waktu lain setelah sesi selesai

Berikut ini yang bukan termasuk tujuan presentasi interaktif adalah :

Bobot:2.86

Menimbulkan perhatian ke materi

Merangsang peserta aktif

Mengendalikan peserta yang mendominasi

Mengendalikan pelatih yang mendominasi

 

Cara menangani konflik dikelas

Bobot:2.86

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi

Mengajak peserta menyanyikan lagu tematik dengan content materi pembelajaran

Membuat humor yang segar

Memberikan perhatian maksimal pada pelaku konflik

 

Cara menciptakan hubungan peserta-fasilitator dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, adalah:

Bobot:2.86

Media pembelajaran

Metode pembelajaran

Strategi pembelajaran

Teknik pembelajaran

 

Elemen yang dapat diobservasi dalam manajemen kelas:

Bobot:2.86

Faktor kognitif

Faktor kelompok

Faktor budaya

Faktor waktu

 

 

Dalam pembelajaran orang dewasa (Andragogi), hal-hal yang membedakan dengan pendagogi adalah :

Bobot:2.86

Peran pengalaman hidup OD tak banyak berperan dalam proses belajar

Motivasi belajar timbul dari diri sendiri

Kesiapan belajar OD tergantung pada kurikulum dan fasilitator

Orientasi belajar pada materi belajar

 

Dalam proses pembelajaran perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran adapun kegiatan evaluasi adalah termasuk kegiatan :

Bobot:2.86

Mengukur dan menilai

Mengukur dan memutuskan

Menilai dan menetapkan

Menetapkan dan mengukur

 

Langkah-langkah POD :

Bobot:2.86

Iklim belajar menyesuaikan kondisi peserta lain

Menyusun perencanaan sendiri agar lebih efektif

Mengidentifikasi minat, kebutuhan, dan nilai-nilai

Melaksanakan kegiatan belajar sesuai kehendak dari peserta yang memang sudah dewasa

 

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Tentang Mirth Connect

Mirth Connect adalah platform open-source untuk integrasi data kesehatan yang dirancang untuk menghubungkan sistem dan perangkat medis yang berbeda menggunakan berbagai protokol komunikasi, seperti HL7, ASTM, DICOM, dan lainnya. Mirth Connect digunakan secara luas di sektor kesehatan untuk menyederhanakan transfer data antara alat medis, perangkat lunak laboratorium, dan sistem informasi klinis seperti LIS (Laboratory Information Systems), HIS (Hospital Information Systems), atau EMR (Electronic Medical Records).

Fitur Utama Mirth Connect

  1. Protokol Dukungan Luas:
    • HL7 v2/v3, ASTM, XML, JSON, SOAP, DICOM, X12, dan FHIR.
    • Mendukung koneksi serial (RS-232), file, dan TCP/IP.
  2. Transformasi Data:
    • Dapat mengonversi format data dari satu protokol ke protokol lain. Misalnya, HL7 ke JSON atau XML ke HL7.
    • Dilengkapi dengan editor skrip untuk manipulasi data menggunakan JavaScript.
  3. Middleware Kesehatan:
    • Bertindak sebagai “middleware” yang menerima, memproses, dan mengirimkan data antara alat laboratorium dan sistem lain.
    • Dapat berfungsi sebagai server atau klien dalam komunikasi data.
  4. Interface Grafis:
    • Memiliki antarmuka pengguna berbasis GUI untuk membuat, mengelola, dan memantau alur kerja integrasi.
    • Menyediakan statistik dan log untuk debugging.
  5. Automasi dan Routing:
    • Dapat diatur untuk mentransfer data secara otomatis berdasarkan aturan tertentu.
    • Mendukung pengiriman data ke beberapa target secara bersamaan.
  6. Keamanan dan Kepatuhan:
    • Mendukung enkripsi data, autentikasi, dan protokol

Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi dasar untuk menghubungkan alat laboratorium ke Mirth Connect dan mengintegrasikannya dengan sistem LIS (Laboratory Information System) atau HIS. Contoh ini akan menunjukkan cara membaca data dari alat laboratorium menggunakan HL7 protokol dan meneruskannya ke LIS.


1. Instalasi Mirth Connect

  • Unduh dan instal Mirth Connect dari NextGen Healthcare.
  • Buka Mirth Connect Administrator untuk membuat dan mengelola saluran komunikasi (channels).

2. Persiapan Alat Laboratorium

  • Pastikan alat laboratorium Anda dapat mengirim data menggunakan protokol seperti:
    • HL7 v2: Digunakan untuk pertukaran data medis.
    • ASTM: Digunakan oleh banyak alat diagnostik laboratorium.
    • File Output: Alat menyimpan hasil uji dalam file CSV atau teks.
  • Konfigurasikan alat untuk mengirim data ke alamat server tempat Mirth Connect berjalan.

3. Membuat Channel di Mirth Connect

Channel adalah komponen utama dalam Mirth Connect untuk mengatur alur data.

a. Channel Input (Source Connector)

  • Type: Pilih protokol komunikasi alat laboratorium. Contoh:
    • TCP Listener: Jika alat mengirimkan data melalui koneksi jaringan (TCP).
    • File Reader: Jika alat menghasilkan file di folder tertentu.
  • Konfigurasi TCP Listener:
    • Masuk ke tab Source Settings.
    • Pilih Source ConnectorTCP Listener.
    • Masukkan konfigurasi:
      • Port: Misalnya, 7777 (port yang akan mendengarkan data dari alat).
      • Receive Timeout: 0 (tidak ada batas waktu).
      • Charset Encoding: UTF-8.
    • Klik Finish untuk menyimpan.

b. Channel Output (Destination Connector)

  • Type: Pilih metode pengiriman data ke sistem lain, seperti HL7 untuk mengirim data ke LIS atau HIS.
    • Destination Connector: Pilih HL7 Sender jika mengirimkan data ke sistem LIS menggunakan protokol HL7.
    • Konfigurasi HL7 Sender:
      1. Masuk ke tab Destination Settings.
      2. Pilih HL7 Sender sebagai konektor tujuan.
      3. Atur parameter berikut:
        • Host: Alamat IP atau hostname dari sistem LIS yang menerima data.
        • Port: Port yang digunakan oleh LIS untuk menerima data HL7 (misalnya, 2575 untuk komunikasi HL7).
        • Message Type: Tentukan jenis pesan HL7 yang akan dikirim (misalnya, ORM untuk pesan order atau ORU untuk hasil uji).
      4. Klik Finish untuk menyimpan.

4. Konfigurasi Data Transformasi (Optional)

Jika data yang diterima dari alat laboratorium perlu diubah atau diproses (misalnya, mengonversi format atau memetakan nilai), Anda dapat menggunakan Message Transformers untuk mengedit data.

a. Menambahkan Transformer

  • Pilih Source Connector (misalnya, TCP Listener) atau Destination Connector (misalnya, HL7 Sender).
  • Klik Edit Transformer untuk mengonfigurasi transformasi.
  • Anda bisa menambahkan langkah-langkah berikut:
    • JavaScript: Untuk manipulasi data atau mengubah format pesan.
    • HL7 V2.x Encoding: Jika Anda perlu mengonversi data dari format lain ke HL7 v2.x.
  • Misalnya, jika alat mengirimkan data dalam format CSV, Anda bisa menulis skrip untuk mengonversinya menjadi pesan HL7.

b. Contoh Transformasi dengan JavaScript

Jika data yang diterima berupa CSV dan ingin dikirim sebagai HL7 message, Anda bisa menulis skrip untuk mengonversinya. Berikut contoh skrip JavaScript di Mirth Connect untuk transformasi:

javascript
var inputData = message.getRawData(); // Data CSV yang diterima
var parsedData = inputData.split(","); // Memisahkan data CSV
var hl7Message = "MSH|^~\\&|SendingApp|SendingFac|ReceivingApp|ReceivingFac|202311191234||ORU^R01|123456|P|2.5\r";
hl7Message += "PID|1||" + parsedData[0] + "||" + parsedData[1] + "||" + parsedData[2] + "\r";
hl7Message += "OBR|1|123|456|" + parsedData[3] + "|||||||F\r";
hl7Message += "OBX|1|NM|" + parsedData[4] + "||" + parsedData[5] + "\r";
return hl7Message; // Menghasilkan pesan HL7

5. Pengujian Channel

Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian untuk memastikan aliran data berjalan dengan baik.

  • Test Data: Kirim data dari alat laboratorium dan lihat apakah data muncul di Mirth Connect.
  • Monitor Logs: Gunakan log di Mirth Connect untuk melihat apakah ada kesalahan dalam pengiriman data.
  • Verifikasi di LIS: Pastikan data yang dikirim ke LIS telah diterima dengan benar.

6. Automasi dan Deployment

Setelah channel diuji dan berfungsi dengan baik:

  • Deploy Channel: Aktifkan channel untuk mulai mengirim data secara otomatis dari alat laboratorium ke LIS.
  • Jadwalkan Pengiriman: Gunakan Cron Jobs atau penjadwalan lainnya untuk menjalankan channel secara periodik, jika diperlukan.

Contoh Kasus Penggunaan

Misalkan alat laboratorium mengirimkan data dalam format HL7, dan Anda ingin mengirim data tersebut ke sistem LIS menggunakan Mirth Connect:

  1. Alat Laboratorium mengirim data ke server Mirth Connect menggunakan TCP Listener.
  2. Mirth Connect menerima pesan HL7 dan memprosesnya menggunakan Message Transformer untuk memastikan format data sesuai dengan yang diinginkan.
  3. Mirth Connect kemudian mengirimkan data tersebut ke LIS melalui koneksi HL7 Sender.

 

 

 

 

 

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Handover Pasien

Handover pasien adalah proses transfer informasi, tanggung jawab, dan akuntabilitas mengenai perawatan pasien dari satu tenaga kesehatan ke tenaga kesehatan lain. Proses ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan perawatan dan meminimalkan risiko kesalahan medis. Handover pasien biasanya dilakukan dalam berbagai situasi, seperti pergantian shift, perpindahan pasien antarunit, atau saat pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

Tujuan Handover Pasien

  1. Memastikan Keselamatan Pasien: Informasi yang jelas dan lengkap membantu mencegah kesalahan dalam perawatan.
  2. Melanjutkan Perawatan yang Konsisten: Agar tenaga kesehatan baru memahami kondisi pasien secara menyeluruh.
  3. Efisiensi Komunikasi: Mengurangi waktu untuk memahami kondisi pasien secara mandiri.
  4. Memenuhi Standar Kualitas: Sesuai dengan protokol pelayanan kesehatan.

Elemen Penting dalam Handover Pasien

  1. Identitas Pasien:
    • Nama lengkap.
    • Nomor rekam medis.
    • Tanggal lahir atau identitas unik lainnya.
  2. Diagnosa dan Riwayat Medis:
    • Diagnosa utama dan penyerta.
    • Riwayat penyakit penting.
  3. Kondisi Terkini:
    • Hasil pemeriksaan vital (tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dll.).
    • Status klinis saat ini.
  4. Rencana Perawatan:
    • Obat-obatan yang sedang diberikan.
    • Prosedur yang telah dilakukan dan yang direncanakan.
    • Instruksi atau tindakan lanjutan.
  5. Catatan Penting:
    • Alergi atau sensitivitas obat.
    • Risiko atau perhatian khusus (misalnya, risiko jatuh atau tekanan luka).
  6. Kontak Penting:
    • Nama dan nomor kontak tenaga medis atau keluarga yang relevan.

Metode yang Umum Digunakan

  1. SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation):
    • Situation: Kondisi pasien saat ini.
    • Background: Riwayat penyakit atau pengobatan.
    • Assessment: Evaluasi kondisi terkini.
    • Recommendation: Saran tindakan atau perawatan lanjutan.
  2. SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan):
    • Subjective: Informasi dari pasien.
    • Objective: Data klinis objektif.
    • Assessment: Analisis kondisi pasien.
    • Plan: Rencana perawatan.

Tantangan dalam Handover Pasien

  1. Informasi yang tidak lengkap atau tidak akurat.
  2. Komunikasi yang tidak efektif antar tenaga kesehatan.
  3. Gangguan selama proses handover, seperti lingkungan yang ramai.
  4. Dokumentasi yang kurang mendukung.

Cara Meningkatkan Efektivitas Handover Pasien

  1. Gunakan protokol standar seperti SBAR atau SOAP.
  2. Lakukan handover secara langsung (face-to-face) jika memungkinkan.
  3. Dokumentasikan informasi secara terperinci.
  4. Pastikan lingkungan kondusif tanpa gangguan.
  5. Gunakan alat bantu teknologi seperti Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) untuk mendokumentasikan data pasien secara digital.

Handover yang baik dan efektif adalah kunci untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan berkualitas dan mengurangi risiko kesalahan medis.

4o
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Mengkonversi Angka ke Kata di Java

Untuk mengonversi angka menjadi kata dalam bahasa Indonesia di Java, kamu bisa membuat sebuah metode khusus untuk itu. Berikut adalah implementasinya:

Contoh Program

java
import java.util.HashMap;
import java.util.Map;

public class AngkaKeKata {

private static final Map<Integer, String> angkaKeKata = new HashMap<>();

static {
angkaKeKata.put(1, "satu");
angkaKeKata.put(2, "dua");
angkaKeKata.put(3, "tiga");
angkaKeKata.put(4, "empat");
angkaKeKata.put(5, "lima");
angkaKeKata.put(6, "enam");
angkaKeKata.put(7, "tujuh");
angkaKeKata.put(8, "delapan");
angkaKeKata.put(9, "sembilan");
angkaKeKata.put(10, "sepuluh");
angkaKeKata.put(11, "sebelas");
}

public static String konversiAngkaKeKata(int angka) {
if (angka <= 0) {
return "nol";
} else if (angka <= 11) {
return angkaKeKata.get(angka);
} else if (angka < 20) {
return angkaKeKata.get(angka % 10) + " belas";
} else if (angka < 100) {
return angkaKeKata.get(angka / 10) + " puluh" + (angka % 10 == 0 ? "" : " " + angkaKeKata.get(angka % 10));
} else if (angka == 100) {
return "seratus";
} else {
return "Angka terlalu besar!";
}
}

public static void main(String[] args) {
for (int i = 1; i <= 20; i++) {
System.out.println(i + " --> " + konversiAngkaKeKata(i));
}
}
}

Penjelasan

  1. Map untuk Penyimpanan Kata: Menggunakan HashMap untuk menyimpan angka dari 1-11 dan kata-katanya.
  2. Logika Angka Belasan: Menangani angka antara 12-19 dengan format “angka + belas”.
  3. Puluhan: Menangani angka puluhan dengan format “angka + puluh” dan tambahan jika ada satuan.
  4. Batasan: Program ini hanya mendukung hingga angka 100 (seratus) dan bisa diperluas jika diperlukan.

Output

Ketika program dijalankan, akan menghasilkan output seperti:

lua
1 --> satu
2 --> dua
3 --> tiga
4 --> empat
5 --> lima
...
19 --> sembilan belas
20 --> dua puluh
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar