Cara Masuk ke Bios Motherboard MSI

Langkah 1. Akses pengaturan Windows Anda

Buka menu mulai Windows Anda dan pilih “Settings” (Pengaturan) yang terletak di panel kiri. Anda juga dapat mengakses pengaturan Windows dengan menggunakan tombol pintas Windows + I.

Langkah 2. Pilih “Update & Security” (Pembaruan & Keamanan)

Di dalam jendela ini, Anda mungkin perlu menggulir ke bawah untuk menemukan tombol “Update & Security” (Pembaruan & Keamanan).

Langkah 3. Pilih “Recovery”

Langkah 4. Klik “Restart now”

Di bagian “Advanced startup” (Penyiapan lanjutan), Anda akan melihat tombol “Restart now” (Hidupkan ulang sekarang) yang memungkinkan Anda me-reboot PC Anda untuk konfigurasi atau pemulihan.

Setelah PC mem-boot kembali, Anda akan melihat menu khusus yang memberi Anda opsi untuk “Use a device (Gunakan perangkat),” “Continue (Lanjutkan),” “Turn off your PC” (Matikan PC Anda), atau “Troubleshoot” (Pecahkan Masalah).

Langkah 5. Pilih “Troubleshoot” (Pecahkan Masalah)

Di jendela ini, pilih “Advanced options” (Opsi lanjutan), lalu pilih “UEFI Firmware Settings” (Pengaturan Firmware UEFI). Ini akan memungkinkan Anda untuk masuk ke BIOS pada PC Windows 10.

Langkah 6. Konfirmasi hidupkan ulang

Jika PC Anda menjalankan Windows 8.1 atau Windows 8, metode ini juga dapat digunakan untuk sistem operasi lama Anda.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Cara Reset Setingan Finder Pada Mac Os

1. Tutup Finder

  • Tekan tombol Option (Alt) di keyboard.
  • Klik kanan ikon Finder di Dock.
  • Pilih Relaunch untuk menutup dan membuka ulang Finder.

2. Hapus File Preferensi Finder

Finder menyimpan pengaturannya di file preferensi, dan menghapus file ini akan mereset pengaturan Finder ke default.

  • Langkah-langkah:
    1. Buka aplikasi Terminal (Cari melalui Spotlight dengan menekan Command + Space, lalu ketik “Terminal”).
    2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:
      bash
      rm ~/Library/Preferences/com.apple.finder.plist
    3. Setelah itu, reset Finder dengan mengetik perintah berikut di Terminal:
      bash
      killall Finder

3. Reset Dock (Opsional)

Jika Anda ingin mengatur ulang juga tampilan Finder di Dock:

  • Buka Terminal.
  • Jalankan perintah ini:
    bash
    defaults delete com.apple.dock
    killall Dock

4. Reboot (Jika Diperlukan)

Jika perubahan belum berlaku, restart Mac Anda dengan menekan menu Apple () > Restart.

Setelah langkah ini, Finder akan kembali ke pengaturan default. Semua preferensi yang sebelumnya diatur (seperti tata letak, tampilan folder, dan lainnya) akan direset.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Error di Netbeans 24 Java 21 Exception in thread “AWT-EventQueue-0” java.lang.IllegalAccessError: superclass access check failed: class com.sun.java.swing.plaf.windows.XPStyle$SkinPainter (in unnamed module @0x4bb16cf4) cannot access class sun.swing.CachedPainter (in module java.desktop) because module java.desktop does not export sun.swing to unnamed module

Exception in thread “AWT-EventQueue-0” java.lang.IllegalAccessError: superclass access check failed: class com.sun.java.swing.plaf.windows.XPStyle$SkinPainter (in unnamed module @0x4bb16cf4) cannot access class sun.swing.CachedPainter (in module java.desktop) because module java.desktop does not export sun.swing to unnamed module @0x4bb16cf4 at java.base/java.lang.ClassLoader.defineClass1(Native Method) at java.base/java.lang.ClassLoader.defineClass(ClassLoader.java:1027) at java.base/java.security.SecureClassLoader.defineClass(SecureClassLoader.java:150) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.defineClass(BuiltinClassLoader.java:862) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.findClassOnClassPathOrNull(BuiltinClassLoader.java:760) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.loadClassOrNull(BuiltinClassLoader.java:681) at java.base/jdk.internal.loader.BuiltinClassLoader.loadClass(BuiltinClassLoader.java:639) at java.base/jdk.internal.loader.ClassLoaders$AppClassLoader.loadClass(ClassLoaders.java:188) at java.base/java.lang.ClassLoader.loadClass(ClassLoader.java:526) at com.sun.java.swing.plaf.windows.XPStyle.<clinit>(XPStyle.java:71) at com.sun.java.swing.plaf.windows.WindowsComboBoxUI.createRenderer(WindowsComboBoxUI.java:392) at java.desktop/javax.swing.plaf.basic.BasicComboBoxUI.installUI(BasicComboBoxUI.java:304) at com.sun.java.swing.plaf.windows.WindowsComboBoxUI.installUI(WindowsComboBoxUI.java:144) at java.desktop/javax.swing.JComponent.setUI(JComponent.java:740) at uz.ncipro.calendar.JDateTimePicker.updateUI(JDateTimePicker.java:48) at java.desktop/javax.swing.JComboBox.init(JComboBox.java:266) at java.desktop/javax.swing.JComboBox.<init>(JComboBox.java:260) at uz.ncipro.calendar.JDateTimePicker.<init>(JDateTimePicker.java:26) at widget.Tanggal.<init>(Tanggal.java:17) at keuangan.DlgBilingRalan.initComponents(DlgBilingRalan.java:782) at keuangan.DlgBilingRalan.<init>(DlgBilingRalan.java:201) at simrskhanza.DlgKasirRalan.<init>(DlgKasirRalan.java:254) at simrskhanza.frmUtama.<init>(frmUtama.java:1184) at simrskhanza.frmUtama.getInstance(frmUtama.java:1295) at simrskhanza.SIMRSKhanza.lambda$main$0(SIMRSKhanza.java:27) at java.desktop/java.awt.event.InvocationEvent.dispatch(InvocationEvent.java:318) at java.desktop/java.awt.EventQueue.dispatchEventImpl(EventQueue.java:773) at java.desktop/java.awt.EventQueue$4.run(EventQueue.java:720) at java.desktop/java.awt.EventQueue$4.run(EventQueue.java:714) at java.base/java.security.AccessController.doPrivileged(AccessController.java:400) at java.base/java.security.ProtectionDomain$JavaSecurityAccessImpl.doIntersectionPrivilege(ProtectionDomain.java:87) at java.desktop/java.awt.EventQueue.dispatchEvent(EventQueue.java:742) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpOneEventForFilters(EventDispatchThread.java:203) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEventsForFilter(EventDispatchThread.java:124) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEventsForHierarchy(EventDispatchThread.java:113) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEvents(EventDispatchThread.java:109) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.pumpEvents(EventDispatchThread.java:101) at java.desktop/java.awt.EventDispatchThread.run(EventDispatchThread.java:90)

Error tersebut menunjukkan bahwa ada masalah dengan akses ke kelas internal di modul Java (sun.swing.CachedPainter) yang tidak diekspor oleh modul java.desktop. Hal ini disebabkan oleh perubahan dalam modularisasi JDK sejak Java 9, di mana akses ke API internal seperti sun.swing tidak lagi diizinkan secara default.

Error ini terjadi karena pustaka atau kode yang Anda gunakan, seperti Swing Look and Feel pada com.sun.java.swing.plaf.windows, mencoba mengakses API internal yang tidak diekspor.

Penyebab Utama

  1. Kode Lama yang Tidak Kompatibel dengan JDK Modern: SIMRS Khanza kemungkinan menggunakan pustaka atau komponen (seperti JDateTimePicker) yang tidak diperbarui untuk mendukung modularisasi JDK.
  2. JDK 21 Memperketat Modul Internal: JDK modern semakin ketat membatasi penggunaan API internal, sehingga pustaka atau framework lama yang mengandalkan modul internal seperti sun.swing akan gagal.

Solusi

1. Gunakan JVM Opsi --add-exports

Tambahkan opsi berikut saat menjalankan aplikasi untuk memperbolehkan modul java.desktop mengekspor sun.swing:

bash
--add-exports=java.desktop/sun.swing=ALL-UNNAMED

Langkah:

  • Jika menjalankan dari NetBeans:
    • Masuk ke Project Properties > Run > VM Options.
    • Tambahkan:
      css
      --add-exports=java.desktop/sun.swing=ALL-UNNAMED
  • Jika menjalankan dari command-line:
    bash
    java --add-exports=java.desktop/sun.swing=ALL-UNNAMED -jar SIMRSKhanza.jar

2. Gunakan JDK Lama

Jika memungkinkan, gunakan JDK yang lebih tua, seperti JDK 8, di mana modularisasi belum diperkenalkan, atau JDK 17 (LTS) dengan lebih sedikit pembatasan dibandingkan JDK 21.

  • BellSoft Liberica JDK 8 atau OpenJDK 8 sering digunakan dengan aplikasi lama seperti SIMRS Khanza.
  • Untuk NetBeans, sesuaikan netbeans_jdkhome di file konfigurasi netbeans.conf.

3. Pembaruan Kode

  • Perbarui pustaka eksternal seperti JDateTimePicker agar kompatibel dengan versi Java modern.
  • Ubah implementasi kode yang menggunakan API internal (seperti sun.swing.CachedPainter) ke alternatif yang didukung.

4. Gunakan OpenJFX untuk JavaFX

Jika Anda bisa mengganti komponen Swing yang bermasalah dengan JavaFX, ini adalah solusi jangka panjang untuk menjaga kompatibilitas dengan versi Java modern.

5. Modifikasi Aplikasi Khanza

  • Anda bisa mencoba memperbaiki kode secara langsung jika memiliki akses ke sumbernya. Periksa bagian JDateTimePicker dan pastikan tidak mengandalkan sun.swing.
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Pasien Resiko Tinggi

Pasien yang masuk dalam pelayanan risiko tinggi yaitu yang memerlukan peralatan yang kompleks, yang diperlukan untuk pengobatan penyakit yang mengancam jiwa (pasien dialisis),
sifat pengobatan (penggunaan darah atau produk darah), potensi yang membahayakan pasien atau efek toksik dari obat berisiko tinggi (misalnya kemoterapi).

Beberapa pasien yang digolongkan risiko-tinggi karena umur, kondisi, atau kebutuhan yang bersifat kritis. Anak dan lanjut usia dimasukkan dalam kelompok ini karena mereka sering
tidak dapat menyampaikan pendapatnya, tidak mengerti proses asuhan dan tidak dapat ikut memberi keputusan tentang asuhannya. Demikian pula, pasien yang ketakutan, bingung
atau koma tidak mampu memahami proses asuhan bila asuhan harus diberikan secara cepat dan efisien.

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Jawaban Post Test Pelatihan TPK (Tenaga Pelatih Kesehatan) Nilai 89

Perbedaan media dan alat bantu pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Media memiliki peran utama dalam keberhasilan pembelajaran, alat bantu hanya menjadi perantara dalam memudahkan penyampaian informasi

Media merupakan sarana/peralatan yang digunakan untuk membantu fasilitator dalam proses belajar, alat bantu adalah sarana/peralatan yang berfungsi untuk memperjelas pesan yang disampaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran

Alat bantu memiliki peran utama dalam keberhasilan pembelajaran, media hanya menjadi perantara dalam memudahkan penyampaian informasi

Tanpa ada media tujuan pembelajaran tetap dapat tercapai dengan baik, tapi tanpa ada alat bantu tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai

 

 

Metode pembelajaran dengan domain utama efektif adalah:

Bobot:2.86

Bed side teaching

Simulasi

Demonstrasi

Role play

 

Media pembelajaran berfungsi untuk merangsang indera manusia dalam proses pembelajaran, menurut Edgar Dell, di bawah ini media mana yang mempunyai efek dalam membantu prsoses pembelajaran paling optimal:

Bobot:2.86

Media berbentuk benda asli

Media berbentuk benda tiruan

Media berbentuk benda miniatur

Media berbentuk gambar benda (foto)

 

Penilaian hasil pembelajaran domain psikomotorik dapat diimplementasikan dengan menggunakan:

Bobot:2.86

Pengawasan

Pertanyaan

Perilaku

Pengamatan

 

 

Karakteristik peserta sebagai orang dewasa dalam proses pembelajaran yaitu:

Bobot:2.86

Orang dewasa memiliki nilai, keyakinan dan pendapat yang sulit untuk dirubah

Orang dewasa mempunyai kebanggaan terhadap dirinya sendiri, sehingga sering munculnya ego yang berlebihan

Orang dewasa mempunyai banyak pengalaman untuk dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi peserta lain termasuk fasilitator

Orang dewasa selalu menunggu dalam menerapkan informasi atau ketrampilan baru pada masalah atau situasi terkini

 

 

Peserta belajar dari apa yang pelatih sampaikan, pelatih belajar dari apa yang peserta tanyakan, adalah manfaat dari :

Bobot:2.86

Media pembelajaran

Presentasi interaktif

Evaluasi pembelajaran

Training Need Asesment

 

Pemilihan media pembelajaran tidak ditetapkan berdasarkan:

Bobot:2.86

Seberapa banyak bahan materi yang akan disampaikan

Pencapaian tujuan pembelajaran

Kemampuan fasilitator

Kemampuan peserta

 

 

Berikut ini yang termasuk pada fase pembukaan presentasi, adalah ;

Bobot:2.86

Call to action

Menggunakan teknik tanya-jawab yang efektif

Mengelola hubungan interaktif

Penyampaian hasil belajar dan indikator hasil belajar

 

 

Tujuan Satuan Acara Pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Menentukan materi yang akan dipelajari, kegiatan yang harus dilaksanakan dan pengalaman yg harus diperoleh

Pedoman dari kegiatan pelatihan, menentukan proses pelaksanaan dan hasil pelatihan

Pedoman dan arah bagi fasilitator dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran

Pedoman bagi panitia dalam penyelenggaraan pelatihan untuk mencapai tujuan pembelajaran

 

Merupakan pembelajaran kontekstual dan interaktif yang mendekatkan pembelajar pada real clinical setting

Bobot:2.86

Bed side teaching

Simulasi

Demonstrasi

Role play

 

Salah satu kunci sukses dalam Pembelajaran Orang Dewasa (POD) adalah :

Bobot:2.86

POD bermuara pada keseriusan fasilitator dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran

Orang dewasa mampu mengatur dirinya sendiri, dengan demikian peranan pengajar lebih sebagai fasilitator

Fasilitator menghindari kesalahan sekecil apapun dalam mengatur kelancaran dan kecepatan proses pembelajaran

Dalam pembelajaran orang dewasa, penentuan waktu belajar (kapan dan berapa lama) disesuaikan dengan keinginan peserta sebagai orang dewasa

 

Berikut ini bukan merupakan unsur-unsur strategi implementasi POD :

Bobot:2.86

Waktu pembelajaran

Tempat pembelajaran

Metode pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran

 

Metode Pembelajaran yang cepat menghasilkan reaksi rantai pendapat, namun peserta tidak segera tahu apakah pendapatnya betul atau salah.

Bobot:2.86

Ceramah, Tanya – jawab

Brain storming

Diskusi kelompok

Window shopping

 

Bukan merupakan fungsi media pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Memperjelas pesan dan informasi

Menimbulkan motivasi dan interaksi

Mengatasi keterbasan indera, ruang, dan waktu

Merangsang indera yang dikehendaki fasilitator

 

Yang bukan menjadi faktor pertimbangan memilih Metode Pembelajaran, adalah:

Bobot:2.86

Pelatih sendiri

Peserta pelatihan

Tujuan pelatihan

Norma pelatihan

 

Berikut adalah komponen-komponen yang harus ada dalam rencana pembelajaran, kecuali:

Bobot:2.86

Kegiatan panitia

Indikator hasil belajar

Media dan alat bantu belajar

Kegiatan fasilitator dan peserta

 

 

Bukan merupakan kriteria pemilihan alat bantu pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Pencapaian tujuan pembelajaran

Metode yang dipergunakan

Kemampuan fasilitator

Alat tiruan akan lebih efektif

 

 

Cara menjawab pertanyaan peserta

Bobot:2.86

Langsung menjawab sesuai pertanyaan peserta

Mempersilahkan peserta untuk mencari jawaban sendiri melalui sumber belajar lainnya

Mempersilahkan peserta lain terlebih dahulu untuk menanggapi dan memberikan jawaban

Mengajak penanya untuk berdiskusi

 

Berikut ini, bukan termasuk manfaat melakukan latihan presentasi :

Bobot:2.86

Meningkatkan kecepatan dalam menyampaikan materi

Memastikan kesinambungan poin-poin

Menemukan cara terbaik menyampaikan

Memperkirakan waktu

 

Tidak dapat digunakan untuk mempertahankan motivasi peserta

Bobot:2.86

Mengajak peserta untuk melakukan berbagai energizer

Melakukan evaluasi pembelajaran

Mengajak peserta menyanyikan lagu yang tematik dengan content materi pembelajaran

Mengajak peserta tepuk tangan

 

Prinsip-prinsip penilaian hasil belajar peserta pelatihan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Bobot:2.86

Sahih, objectif, adil, terpadu, predictable, menyeluruh, sistematis, akuntabel

Sahih, objectif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis, akuntabel

Sahih, objectif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, eligibel, akuntabel

Sahih, objectif, adil, terpadu, terbuka, konklusif, sistematis, akuntabel

 

Jenis evaluasi hasil belajar yaitu :

Bobot:2.86

Sumatif, formatif, komprehensif

Sumatif, pre post test, komprehensif

Pre post test, formatif, komprehensif

Sumatif, formatif, pre post test

 

Satuan Acara Pembelajaran disusun oleh:

Bobot:2.86

Panitia penyelenggara

Fasilitator/Pelatih

Tim Penyusun Kurikulum dan Modul

Peserta

 

Cara menangani peserta dominan

Bobot:2.86

Meminta peserta lain menanggapi

Mempersilahkan untuk menyampaikan pendapatnya sampai selesai

Menjelaskan tata tertib pelatihan

Memberhentikan pembicaraan dengan sopan

 

Rencana Pembelajaran merupakan:

Bobot:2.86

Merupakan suatu proses kerjasama antara pelatih dan pengendali diklat untuk mencapai tujuan bersama

Merupakan suatu proses kerjasama antara pelatih dan peserta untuk mencapai tujuan bersama

Merupakan kegiatan mandiri dari pelatih untuk mencapai tujuan pembelajaran

Merupakan kegiatan mandiri dari pelatih untuk membuat acuan pembelajaran

 

Instrumen evaluasi hasil belajar dengan test :

Bobot:2.86

Evaluasi melalui observasi

Evaluasi melalui penugasan

Evaluasi melalui essay

Evaluasi melalui proyek perubahan

 

Prinsip-prinsip menyusun rencana pembelajaran adalah:

Bobot:2.86

Harus detail tentang hal-hal besar dan kecil yang dilakukan oleh fasilitator

Bagian demi bagian dijelaskan terpisah

Bersifat tetap, tidak boleh diubah

Sederhana

 

Berikut ini yang tidak sebaiknya saudara lakukan jika dikelas ada peserta yang seolah mengadakan presentasi tandinga

Bobot:2.86

Tanya ke peserta lain, apakah terganggu

Melakukan apresiasi

Dipotong agar tindak lanjut

Diberikan alternatif untuk mencari waktu lain setelah sesi selesai

Berikut ini yang bukan termasuk tujuan presentasi interaktif adalah :

Bobot:2.86

Menimbulkan perhatian ke materi

Merangsang peserta aktif

Mengendalikan peserta yang mendominasi

Mengendalikan pelatih yang mendominasi

 

Cara menangani konflik dikelas

Bobot:2.86

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi

Mengajak peserta menyanyikan lagu tematik dengan content materi pembelajaran

Membuat humor yang segar

Memberikan perhatian maksimal pada pelaku konflik

 

Cara menciptakan hubungan peserta-fasilitator dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, adalah:

Bobot:2.86

Media pembelajaran

Metode pembelajaran

Strategi pembelajaran

Teknik pembelajaran

 

Elemen yang dapat diobservasi dalam manajemen kelas:

Bobot:2.86

Faktor kognitif

Faktor kelompok

Faktor budaya

Faktor waktu

 

 

Dalam pembelajaran orang dewasa (Andragogi), hal-hal yang membedakan dengan pendagogi adalah :

Bobot:2.86

Peran pengalaman hidup OD tak banyak berperan dalam proses belajar

Motivasi belajar timbul dari diri sendiri

Kesiapan belajar OD tergantung pada kurikulum dan fasilitator

Orientasi belajar pada materi belajar

 

Dalam proses pembelajaran perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran adapun kegiatan evaluasi adalah termasuk kegiatan :

Bobot:2.86

Mengukur dan menilai

Mengukur dan memutuskan

Menilai dan menetapkan

Menetapkan dan mengukur

 

Langkah-langkah POD :

Bobot:2.86

Iklim belajar menyesuaikan kondisi peserta lain

Menyusun perencanaan sendiri agar lebih efektif

Mengidentifikasi minat, kebutuhan, dan nilai-nilai

Melaksanakan kegiatan belajar sesuai kehendak dari peserta yang memang sudah dewasa

 

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Tentang Mirth Connect

Mirth Connect adalah platform open-source untuk integrasi data kesehatan yang dirancang untuk menghubungkan sistem dan perangkat medis yang berbeda menggunakan berbagai protokol komunikasi, seperti HL7, ASTM, DICOM, dan lainnya. Mirth Connect digunakan secara luas di sektor kesehatan untuk menyederhanakan transfer data antara alat medis, perangkat lunak laboratorium, dan sistem informasi klinis seperti LIS (Laboratory Information Systems), HIS (Hospital Information Systems), atau EMR (Electronic Medical Records).

Fitur Utama Mirth Connect

  1. Protokol Dukungan Luas:
    • HL7 v2/v3, ASTM, XML, JSON, SOAP, DICOM, X12, dan FHIR.
    • Mendukung koneksi serial (RS-232), file, dan TCP/IP.
  2. Transformasi Data:
    • Dapat mengonversi format data dari satu protokol ke protokol lain. Misalnya, HL7 ke JSON atau XML ke HL7.
    • Dilengkapi dengan editor skrip untuk manipulasi data menggunakan JavaScript.
  3. Middleware Kesehatan:
    • Bertindak sebagai “middleware” yang menerima, memproses, dan mengirimkan data antara alat laboratorium dan sistem lain.
    • Dapat berfungsi sebagai server atau klien dalam komunikasi data.
  4. Interface Grafis:
    • Memiliki antarmuka pengguna berbasis GUI untuk membuat, mengelola, dan memantau alur kerja integrasi.
    • Menyediakan statistik dan log untuk debugging.
  5. Automasi dan Routing:
    • Dapat diatur untuk mentransfer data secara otomatis berdasarkan aturan tertentu.
    • Mendukung pengiriman data ke beberapa target secara bersamaan.
  6. Keamanan dan Kepatuhan:
    • Mendukung enkripsi data, autentikasi, dan protokol

Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi dasar untuk menghubungkan alat laboratorium ke Mirth Connect dan mengintegrasikannya dengan sistem LIS (Laboratory Information System) atau HIS. Contoh ini akan menunjukkan cara membaca data dari alat laboratorium menggunakan HL7 protokol dan meneruskannya ke LIS.


1. Instalasi Mirth Connect

  • Unduh dan instal Mirth Connect dari NextGen Healthcare.
  • Buka Mirth Connect Administrator untuk membuat dan mengelola saluran komunikasi (channels).

2. Persiapan Alat Laboratorium

  • Pastikan alat laboratorium Anda dapat mengirim data menggunakan protokol seperti:
    • HL7 v2: Digunakan untuk pertukaran data medis.
    • ASTM: Digunakan oleh banyak alat diagnostik laboratorium.
    • File Output: Alat menyimpan hasil uji dalam file CSV atau teks.
  • Konfigurasikan alat untuk mengirim data ke alamat server tempat Mirth Connect berjalan.

3. Membuat Channel di Mirth Connect

Channel adalah komponen utama dalam Mirth Connect untuk mengatur alur data.

a. Channel Input (Source Connector)

  • Type: Pilih protokol komunikasi alat laboratorium. Contoh:
    • TCP Listener: Jika alat mengirimkan data melalui koneksi jaringan (TCP).
    • File Reader: Jika alat menghasilkan file di folder tertentu.
  • Konfigurasi TCP Listener:
    • Masuk ke tab Source Settings.
    • Pilih Source ConnectorTCP Listener.
    • Masukkan konfigurasi:
      • Port: Misalnya, 7777 (port yang akan mendengarkan data dari alat).
      • Receive Timeout: 0 (tidak ada batas waktu).
      • Charset Encoding: UTF-8.
    • Klik Finish untuk menyimpan.

b. Channel Output (Destination Connector)

  • Type: Pilih metode pengiriman data ke sistem lain, seperti HL7 untuk mengirim data ke LIS atau HIS.
    • Destination Connector: Pilih HL7 Sender jika mengirimkan data ke sistem LIS menggunakan protokol HL7.
    • Konfigurasi HL7 Sender:
      1. Masuk ke tab Destination Settings.
      2. Pilih HL7 Sender sebagai konektor tujuan.
      3. Atur parameter berikut:
        • Host: Alamat IP atau hostname dari sistem LIS yang menerima data.
        • Port: Port yang digunakan oleh LIS untuk menerima data HL7 (misalnya, 2575 untuk komunikasi HL7).
        • Message Type: Tentukan jenis pesan HL7 yang akan dikirim (misalnya, ORM untuk pesan order atau ORU untuk hasil uji).
      4. Klik Finish untuk menyimpan.

4. Konfigurasi Data Transformasi (Optional)

Jika data yang diterima dari alat laboratorium perlu diubah atau diproses (misalnya, mengonversi format atau memetakan nilai), Anda dapat menggunakan Message Transformers untuk mengedit data.

a. Menambahkan Transformer

  • Pilih Source Connector (misalnya, TCP Listener) atau Destination Connector (misalnya, HL7 Sender).
  • Klik Edit Transformer untuk mengonfigurasi transformasi.
  • Anda bisa menambahkan langkah-langkah berikut:
    • JavaScript: Untuk manipulasi data atau mengubah format pesan.
    • HL7 V2.x Encoding: Jika Anda perlu mengonversi data dari format lain ke HL7 v2.x.
  • Misalnya, jika alat mengirimkan data dalam format CSV, Anda bisa menulis skrip untuk mengonversinya menjadi pesan HL7.

b. Contoh Transformasi dengan JavaScript

Jika data yang diterima berupa CSV dan ingin dikirim sebagai HL7 message, Anda bisa menulis skrip untuk mengonversinya. Berikut contoh skrip JavaScript di Mirth Connect untuk transformasi:

javascript
var inputData = message.getRawData(); // Data CSV yang diterima
var parsedData = inputData.split(","); // Memisahkan data CSV
var hl7Message = "MSH|^~\\&|SendingApp|SendingFac|ReceivingApp|ReceivingFac|202311191234||ORU^R01|123456|P|2.5\r";
hl7Message += "PID|1||" + parsedData[0] + "||" + parsedData[1] + "||" + parsedData[2] + "\r";
hl7Message += "OBR|1|123|456|" + parsedData[3] + "|||||||F\r";
hl7Message += "OBX|1|NM|" + parsedData[4] + "||" + parsedData[5] + "\r";
return hl7Message; // Menghasilkan pesan HL7

5. Pengujian Channel

Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian untuk memastikan aliran data berjalan dengan baik.

  • Test Data: Kirim data dari alat laboratorium dan lihat apakah data muncul di Mirth Connect.
  • Monitor Logs: Gunakan log di Mirth Connect untuk melihat apakah ada kesalahan dalam pengiriman data.
  • Verifikasi di LIS: Pastikan data yang dikirim ke LIS telah diterima dengan benar.

6. Automasi dan Deployment

Setelah channel diuji dan berfungsi dengan baik:

  • Deploy Channel: Aktifkan channel untuk mulai mengirim data secara otomatis dari alat laboratorium ke LIS.
  • Jadwalkan Pengiriman: Gunakan Cron Jobs atau penjadwalan lainnya untuk menjalankan channel secara periodik, jika diperlukan.

Contoh Kasus Penggunaan

Misalkan alat laboratorium mengirimkan data dalam format HL7, dan Anda ingin mengirim data tersebut ke sistem LIS menggunakan Mirth Connect:

  1. Alat Laboratorium mengirim data ke server Mirth Connect menggunakan TCP Listener.
  2. Mirth Connect menerima pesan HL7 dan memprosesnya menggunakan Message Transformer untuk memastikan format data sesuai dengan yang diinginkan.
  3. Mirth Connect kemudian mengirimkan data tersebut ke LIS melalui koneksi HL7 Sender.

 

 

 

 

 

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Handover Pasien

Handover pasien adalah proses transfer informasi, tanggung jawab, dan akuntabilitas mengenai perawatan pasien dari satu tenaga kesehatan ke tenaga kesehatan lain. Proses ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan perawatan dan meminimalkan risiko kesalahan medis. Handover pasien biasanya dilakukan dalam berbagai situasi, seperti pergantian shift, perpindahan pasien antarunit, atau saat pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

Tujuan Handover Pasien

  1. Memastikan Keselamatan Pasien: Informasi yang jelas dan lengkap membantu mencegah kesalahan dalam perawatan.
  2. Melanjutkan Perawatan yang Konsisten: Agar tenaga kesehatan baru memahami kondisi pasien secara menyeluruh.
  3. Efisiensi Komunikasi: Mengurangi waktu untuk memahami kondisi pasien secara mandiri.
  4. Memenuhi Standar Kualitas: Sesuai dengan protokol pelayanan kesehatan.

Elemen Penting dalam Handover Pasien

  1. Identitas Pasien:
    • Nama lengkap.
    • Nomor rekam medis.
    • Tanggal lahir atau identitas unik lainnya.
  2. Diagnosa dan Riwayat Medis:
    • Diagnosa utama dan penyerta.
    • Riwayat penyakit penting.
  3. Kondisi Terkini:
    • Hasil pemeriksaan vital (tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dll.).
    • Status klinis saat ini.
  4. Rencana Perawatan:
    • Obat-obatan yang sedang diberikan.
    • Prosedur yang telah dilakukan dan yang direncanakan.
    • Instruksi atau tindakan lanjutan.
  5. Catatan Penting:
    • Alergi atau sensitivitas obat.
    • Risiko atau perhatian khusus (misalnya, risiko jatuh atau tekanan luka).
  6. Kontak Penting:
    • Nama dan nomor kontak tenaga medis atau keluarga yang relevan.

Metode yang Umum Digunakan

  1. SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation):
    • Situation: Kondisi pasien saat ini.
    • Background: Riwayat penyakit atau pengobatan.
    • Assessment: Evaluasi kondisi terkini.
    • Recommendation: Saran tindakan atau perawatan lanjutan.
  2. SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan):
    • Subjective: Informasi dari pasien.
    • Objective: Data klinis objektif.
    • Assessment: Analisis kondisi pasien.
    • Plan: Rencana perawatan.

Tantangan dalam Handover Pasien

  1. Informasi yang tidak lengkap atau tidak akurat.
  2. Komunikasi yang tidak efektif antar tenaga kesehatan.
  3. Gangguan selama proses handover, seperti lingkungan yang ramai.
  4. Dokumentasi yang kurang mendukung.

Cara Meningkatkan Efektivitas Handover Pasien

  1. Gunakan protokol standar seperti SBAR atau SOAP.
  2. Lakukan handover secara langsung (face-to-face) jika memungkinkan.
  3. Dokumentasikan informasi secara terperinci.
  4. Pastikan lingkungan kondusif tanpa gangguan.
  5. Gunakan alat bantu teknologi seperti Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) untuk mendokumentasikan data pasien secara digital.

Handover yang baik dan efektif adalah kunci untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan berkualitas dan mengurangi risiko kesalahan medis.

4o
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Mengkonversi Angka ke Kata di Java

Untuk mengonversi angka menjadi kata dalam bahasa Indonesia di Java, kamu bisa membuat sebuah metode khusus untuk itu. Berikut adalah implementasinya:

Contoh Program

java
import java.util.HashMap;
import java.util.Map;

public class AngkaKeKata {

private static final Map<Integer, String> angkaKeKata = new HashMap<>();

static {
angkaKeKata.put(1, "satu");
angkaKeKata.put(2, "dua");
angkaKeKata.put(3, "tiga");
angkaKeKata.put(4, "empat");
angkaKeKata.put(5, "lima");
angkaKeKata.put(6, "enam");
angkaKeKata.put(7, "tujuh");
angkaKeKata.put(8, "delapan");
angkaKeKata.put(9, "sembilan");
angkaKeKata.put(10, "sepuluh");
angkaKeKata.put(11, "sebelas");
}

public static String konversiAngkaKeKata(int angka) {
if (angka <= 0) {
return "nol";
} else if (angka <= 11) {
return angkaKeKata.get(angka);
} else if (angka < 20) {
return angkaKeKata.get(angka % 10) + " belas";
} else if (angka < 100) {
return angkaKeKata.get(angka / 10) + " puluh" + (angka % 10 == 0 ? "" : " " + angkaKeKata.get(angka % 10));
} else if (angka == 100) {
return "seratus";
} else {
return "Angka terlalu besar!";
}
}

public static void main(String[] args) {
for (int i = 1; i <= 20; i++) {
System.out.println(i + " --> " + konversiAngkaKeKata(i));
}
}
}

Penjelasan

  1. Map untuk Penyimpanan Kata: Menggunakan HashMap untuk menyimpan angka dari 1-11 dan kata-katanya.
  2. Logika Angka Belasan: Menangani angka antara 12-19 dengan format “angka + belas”.
  3. Puluhan: Menangani angka puluhan dengan format “angka + puluh” dan tambahan jika ada satuan.
  4. Batasan: Program ini hanya mendukung hingga angka 100 (seratus) dan bisa diperluas jika diperlukan.

Output

Ketika program dijalankan, akan menghasilkan output seperti:

lua
1 --> satu
2 --> dua
3 --> tiga
4 --> empat
5 --> lima
...
19 --> sembilan belas
20 --> dua puluh
Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

xammp Mac muncul seperti ini mysqldump: Got error: 2002: Can’t connect to local MySQL server through socket ‘/tmp/mysql.sock’ (2) when trying to connect

Error ini terjadi ketika MySQL tidak dapat terhubung melalui socket yang ditentukan, yaitu /tmp/mysql.sock. Ini adalah masalah umum di XAMPP pada macOS. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:


1. Pastikan MySQL Server Aktif

  • Buka XAMPP Control Panel.
  • Pastikan MySQL sudah aktif. Jika belum, klik tombol Start pada MySQL.

2. Periksa Lokasi Socket MySQL

Di macOS, lokasi socket MySQL default biasanya di /Applications/XAMPP/xamppfiles/var/mysql/mysql.sock. Namun, perintah mysqldump mungkin mencari socket di /tmp/mysql.sock.

Untuk memastikan lokasi socket:

  1. Jalankan perintah berikut di terminal:
    bash
    mysql_config --socket
  2. Outputnya akan memberikan lokasi sebenarnya dari file socket MySQL. Misalnya:
    bash
    /Applications/XAMPP/xamppfiles/var/mysql/mysql.sock

3. Buat Link Symbolic untuk Socket

Jika lokasi socket berbeda, buat link symbolic dari lokasi yang sebenarnya ke /tmp/mysql.sock:

  1. Jalankan perintah berikut di terminal:
    bash
    sudo ln -s /Applications/XAMPP/xamppfiles/var/mysql/mysql.sock /tmp/mysql.sock
  2. Coba jalankan kembali perintah mysqldump.

4. Gunakan Parameter --socket

Jika tidak ingin membuat link symbolic, tambahkan parameter --socket ke perintah mysqldump:

bash
mysqldump -u username -p --socket=/Applications/XAMPP/xamppfiles/var/mysql/mysql.sock database_name > dump.sql

Gantilah:

  • username dengan nama pengguna MySQL (biasanya root di XAMPP).
  • database_name dengan nama database yang ingin di-dump.

5. Periksa Konfigurasi MySQL

  1. Buka file konfigurasi MySQL di XAMPP:
    bash
    /Applications/XAMPP/xamppfiles/etc/my.cnf
  2. Cari bagian [mysqld] dan pastikan ada baris berikut:
    javascript
    socket=/Applications/XAMPP/xamppfiles/var/mysql/mysql.sock
  3. Restart MySQL server.

6. Periksa Izin Folder

Jika file socket berada di lokasi yang benar tetapi tidak dapat diakses, periksa izin folder:

bash
sudo chmod 755 /Applications/XAMPP/xamppfiles/var/mysql/

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Soal Ukom Surveiyor TKSD Oktober 2024

Kegiatan PIS PK disusun bersama dengan pihak terkait agar dalam pelaksanaanya menjadi lebih efektif dan efisien. Dari hasil kegiatan PIS PK yang sudah dilakukan oleh Puskesmas, diperoleh informasi bahwa tim pembina keluarga sudah menyampaikan informasi dan laporan hasil kunjungan keluarga serta berkoordinasi dengan penanggung jawab UKM dan koordinator pelayanan dan pelaksana kegiatan UKM untuk dilakukan tahapan selanjutnya. Apakah nama tahapan yang dimaksud?
a. Pengumpulan data dan analisis data
b. Penyampaian hasil PIS PK dan laporan.
c. Analisis dan intervensi lanjut
d. Pengumpulan data dan intervensi lanjut

Tahapan yang dimaksud dalam konteks ini adalah c. Analisis dan intervensi lanjut.

Setelah tim pembina keluarga menyampaikan informasi dan laporan hasil kunjungan, tahap selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap data yang diperoleh dan kemudian melakukan intervensi lanjut berdasarkan hasil analisis tersebut, berkoordinasi dengan penanggung jawab UKM dan koordinator pelayanan.

 

Hasil observasi dan wawancara terdapat dokumen daftar risiko klinik yang dibuat sekali dalam setahun dan pelaksanaan mitīgasinya, diperoleh informasi sudah ada penetapan daftar risiko, namun dari 4 petugas, 3 petugas tidak dapat menjelaskan bagaimana proses register risiko itu disusun. Berapakah skor yang tepat anda berikan terhadap Standar PMKP 1 EP 4 terkait dengan adanya register risiko dan penyusunannya?
a. TDD (Tidak Dapat Diterapkan)
b. 0
c. 5
d. 10

Klinik yang akan diakreditasi telah menyiapkan beberapa dokumen dalam rangka penilaian Standar 1.1 tentang Pengorganisasian klinik yang meliputi: SK penetapan visi dan misi klinik
beserta proses penetapan visi misi. Berapa nilai yang diberikan oleh surveior pada standar 1.1 tersebut?
a. 0
b. TDD
c. 10
d. 5

Dalam upaya memenuhi pelayanan klinis, Klinik bekerja sama dengan individu staf medis atau dengan fasilitas kesehatan lainnya. Apa jenis kontrak yang dilakukan oleh kinik dengan staf medis atau fasilitas kesehatan lainnya?
a. Perjanjian kerja sama
b. Kontrak manajemen
c. Kontrak kerja sama
d. Kontrak klinis

Salah satu Klinik Utama di Kota Y sedang dilakukan survei luring, petugas PPI yang ada di Klinik tersebut bertanya kepada surveior TKSD, bagaimana cara membedakan antara sampah infeksius dan non infeksius. Lalu surveior TKSD menjawab sudah ada tertuang di Permenkes 27 Tahun 2011 terkait PPI. Hal apa yang sebaiknya dilakukan oleh surveior teknis tersebut?
a. Menjaga kondisi kesehatan dan menghilangkan kebiasaan tidak sehat
b. Dapat memberikan Solusi atau penyelesaian bila ditemukan ketidaksesuaian standar
c. Memegang teguh rahasia yang berkaitan dengan tugasnya
d. Sadar akan kedudukan, hak dan kewajibannya sebagai surveior yang merupakan wakil dari penyelenggara akreditasi

Surveyor Klinik yang akan melakukan survei ke sebuah Klinik ternyata memiliki keponakan yang istrinya bekerja sebagai staf di Klinik tersebut. Dalam penugasan surveior sesuai regulasi harus memperhatikan kode etik termasuk terkait conflict of interest. Apakah langkah yang paling tepat dalam mengatur penugasan surveior terkait hal ini?
a. Surveior tersebut dapat ditugaskan karena potensi conflict of interest dimaksud hanya apabila surveior mempunyai hubungan saudara kandung/keluarga inti dengan PJ Klinik
b. Surveior tersebut tidak dapat ditugaskan karena potensi conflict of interest terkait ada hubungan kekeluargaan antara surveior dengan salah satu staf Klinik tersebut
c. Surveior tersebut dapat ditugaskan tetapi membuat surat pernyataan terlebih dahulu bahwa akan bekerja secara profesional karena memiliki potensi conflict of interest terkait pertalian kekerabatan tersebut
d. Surveior tersebut tetap dapat ditugaskan tetapi Klinik diingatkan agar staf kerabat surveior tersebut tidak dilibatkan pada hari pelaksanaan survei

Kegiatan fasilitasi pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan di wilayah kerja Puskesmas, dilakukan dengan mengupayakan peran dan fungsi organisasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Untuk itu, maka diperlukan strategi dan tahapan, agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Manakah yang termasuk kegiatan fasilitasi pemberdayaan masyarakat oleh Puskesmas?
a. Sosialisasi, pembinaan, kerjasama dan penyediaan media komunikasi.
b. Advokasi, sosialisasi, pendampingan, kemitraan dan pengembangan media komunikasi
c. Desiminasi, komunikasi dan penyediaan tenaga pelaksana Pemberdayaan Masyarakat dan kader
d. Pertemuan, koordinasi dan penyediaan tenaga pendamping Pemberdayaan Masyarakat dan kader

Standar persalinan normal adalah Asuhan Persalinan Normal (APN) sesuai standar Persalinan dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh tim paling sedikit 1 (satu) orang tenaga medis dan 2 (dua) orang tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan. Standar manakah yang paling tepat dari standar penolong persalinan normal menurut Kriteria akreditasi Pukesmas 4.2.1?
a. dua orang perawat dan satu orang bidan
b. dua orang bidan dan satu orang perawat
c. satu orang dokter dan dua orang bidan
d. satu orang dokter dan dua orang perawat

Untuk mencapai standar akreditasi, maka klinik harus dapat memenuhi kelengkapan bukti pada setiap EP sebagaimana ditetapkan melalui Kepdirjen Nomor HK.02.02/I/105/2023. Surveyor akan melakukan pembuktian kelengkapan bukti melalui metode RDOWS (regulasi, dokumentasi, observasi, wawancara dan simulasi). Pada saat surveior menilai dokumen kontrak memiliki indikator kinerja pihak yang melakukan kerjasama di klinik, apa kelengkapan bukti yang harus dilengkapi klinik dan akan ditelusur oleh surveyor pada saat survei?
a. Dokumen kontrak/perjanjian kerja sama
b. SPO terkait kontrak/perjanjian kerja sama
c. Indikator kinerja pihak yang melakukan kerjasama dan tercantum pada dokumen kontrak
d. SK terkait kontrak/perjanjian kerja sama

Pelayanan yang diberikan klinik baik pada kegiatan medis maupun non medis didukung oleh sistem utilitas yang meliputi listrik, air dan gas medis serta sarana sanitasi klinik. Untuk menjamin keberlangsungan sistem utilitas yang vital seperti listrik, air dan gas medis maka klinik harus menyiapkan sistem tersebut secara memadai, dengan kuantitas yang cukup dan kualitas sesuai standar. Apa ketentuan yang dipersyaratkan untuk ketersediaan sistem utilitas klinik yang paling tepat?
a. 24 jam sehari tidak perlu setiap hari
b. 7 hari dalam seminggu tidak perlu 24 jam
c. 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu atau selama jam operasional
d. Sesuai kebutuhan tidak perlu selama jam operasiona

Salah satu dari surveior yang akan ditugaskan survei ke sebuah Klinik diketahui pernah bekerja 10 tahun yang lalu di Klinik tersebut walaupun hanya beberapa bulan sebagai pegawai tidak tetap. Jumlah surveior Klinik tiap LPA terbatas, dan Klinik menyampaikan tidak berkeberatan menerima surveior tersebut. Apakah solusi paling tepat untuk penyelenggaraan survei pada kondisi ini sesuai regulasi terkait kode etik?
a. Surveior dapat tetap ditugaskan tetapi yang bersangkutan tidak boleh menjadi ketua tim surveior
b. Surveior dapat melakukan survei dengan membuat surat pernyataan akan menjalankan tugas dengan profesional dan mematuhinya
c. LPA tetap dapat menugaskan surveior tersebut sepanjang tidak ada keberatan dari Puskesmas dan Klinik tersebut, mengingat surveior tersebut dulu hanya bekerja sebagai pegawai tidak tetap dalam waktu singkat
d. LPA mengganti surveior yang akan ditugaskan terkait conflict of interest bahwa surveior pernah bekerja di Puskesmas dan Klinik tersebut

Puskesmas memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan persalinan, pelayanan kesehatan masa sesudah melahirkan, serta pelayanan kesehatan bayi baru lahir beserta pemantauan dan evaluasinya. Pelayanan kesehatan APA SAJA YNG DIBERIKAN PADA masa kehamilan?
a. pelayanan yang dilakukan dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dalam rangka menyiapkan kehamilan yang sehat bagi ibu dan bayi
b. pelayanan yang dilakukan melalui pelayanan kesehatan mulai dari masa hamil hingga pelayanan neonatal ketika bayi berumur 0—28 hari.
c. pelayanan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga usia kehamilan 37 minggu.
d. pelayanan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum mulainya proses persalinan

Dalam melakukan kegiatan untuk mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas maka Puskesmas menyusun rencana pelaksanaan kegiatan untuk satu tahun. Penyusunan rencana kegiatan tersebut mengacu pada rencana usulan kegiatan yang sudah disusun sebelumnya. Untuk bisa menghasilkan rencana kegiatan yang baik maka kegiatan ini dibahas melalui pertemuan rutin Puskesmas. Apakah nama pertemuan rutin tersebut?
a. Lokakarya mini bulanan keempat
b. Lokakarya mini bulanan pertama
c. Lokakarya mini bulanan Ketiga
d. Lokakarya mini bulanan kedua

Surveior sedang melakukan survei di sebuah Klinik dan menemukan ada laporan terkait peningkatan mutu yang tidak sesuai. Petugas Klinik berkeras menyampaikan bahwa laporan tersebut adalah benar karena dibuat berdasarkan bimbingan dari konsultan dengan biaya cukup besar dan konsultan tersebut adalah surveior dari LPA lain. Apakah solusi yang harus dilakukan oleh surveior?
a. Menyampaikan dan menuliskan dalam rekomendasi hal-hal temuan dan saran perbaikan terkait laporan tersebut, tanpa memperdebatkan siapa konsultan/pembimbing sebelumnya
b. Surveior berkewajiban mengingatkan dalam exit conference agar tidak lagi memakai konsultan/pembimbing tersebut apalagi kesalahan dalam pelaporan cukup fatal dan konsultan yang membimbing ternyata adalah surveior dari LPA lain
c. Mengingatkan tertulis dalam rekomendasi pada elemen penilaian terkait bahwa laporan triwulan tersebut salah dan agar berhati-hati dalam memilih konsultan/pembimbing
d. Meminta Klinik tersebut melakukan klarifikasi ke konsultan tersebut agar diperbaiki sebelum survei berakhir, karena konsultan tersebut bertanggung jawab untuk perbaikan

Pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja adalah Pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja yang dilakukan melalui penjaringan kesehatan dengan pendekatan layanan ramah remaja atau dikenal dengan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Untuk itu Puskesmas harus masuk ke dalam kategori puskesmas mampu memberikan pelayanan PKPR. Apa saja yang perlu diperhatikan agar Puskesmas mampu memberikan pelayanan PKPR?
a. Memiliki tenaga yang telah PKPR, tersedia layanan konseling bagi remaja dan minimal membina satu posyandu remaja.
b. Memiliki tenaga dokter atau perawat yang telah terlatih/ terorientasi PKPR, tersedia layanan konseling bagi remaja dan minimal membina satu posyandu remaja
c. Memiliki tenaga yang telah terlatih/ terorientasi PKPR, tersedia layanan konseling bagi remaja dan minimal membina satu posyandu remaja.
d. Memiliki tenaga yang telah terlatih/ terorientasi PKPR, tersedia layanan konseling bagi remaja dan wajib membina satu posyandu remaja

Upaya perbaikan status kesehatan dari sisi kesehatan lingkungan terus dilakukan oleh Puskesmas melalui kegiatan yang sudah direncanakan bersama. Selanjutnya dilakukan pemantauan pencapaian target kinerja UKM esensial penyehatan lingkungan yang sudah ditetapkan secara periodik, termasuk pemantauan terhadap pencapaian indikator Tempat Pengolahan Pangan (TPP). Apa yang menjadi sasaran pengawasan TPP oleh Puskesmas?
a. Rumah makan/restoran/jasaboga/ sentra pangan jajanan, depot air minum
b. Rumah makan/restoran/jasaboga/ sentra pangan jajanan, pasar, sekolah
c. Rumah makan/restoran/jasaboga/ sentra pangan jajanan, depot air minum, pasar.
d. Rumah makan/restoran/jasaboga/ sentra pangan jajanan, tempat ibadah

Klinik melakukan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). PPI dilaksanakan untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan. Penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dalam pelayanan klinik meliputi kewaspadaan isolasi, yang terdiri dari kewaspadaan standar dan kewaspadaan berdasarkan transmisi. EP manakah yang harus dinilai untuk memenuhi standar Standar 2.3 tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Klinik?
a. Tersedia bukti pelaksanaan program PPI di klinik
b. Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan hand hygiene hanya kepada pegawai dan pasien
c. Bukti pelaksanaan program PPI dan telah dilaporkan hanya kepada penanggung jawab klinik
d. Kepatuhan Penempatan Pasien secara kohorting atau isolasi

Pada saat melakukan telusur terhadap data dukung yang disampaikan terkait dengan hasil analisis kinerja Puskesmas A, surveior TKSD UKM mendapatkan data bahwa capaian kinerja Puskesmas sebagian besar sudah mencapai target yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Kepala Puskesmas tentang Indikator kinerja pelayanan di Puskesmas A. Dengan menggunakan teknik RDOWS saat survei, maka tindakan apa paling tepat yang harus dilakukan oleh surveior sesuai dengan standar akreditasi untuk memastikan bahwa data yang disampaikan itu sudah sesuai ?
a. Meminta petugas melakukan simulasi perhitungan capaian target sesuai dengan indikator yang ada.
b. Melakukan telaah terhadap data capaian yang dipegang oleh masing-masing penanggung jawab dengan data capaian yang dipegang oleh PJ UKM.
c. Melakukan telaah terhadap SK Indikator Kinerja Program Pelayanan UKM.
d. Melakukan wawancara kepada pemegang program tentang indikator sampai dengan cara melakukan perhitungan capaian.

Dari telusur regulasi data bahwa terdapat penetapan struktur organisasi klinik yang juga ada dalam dokumen pendirian klinik yang sah disertai dengan penetapan uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang. Dari telusur dokumen tidak ditemukan dokumen bukti publikasi struktur organisasi klinik, pada observasi tidak ditemukan Media informasi tentang struktur organisasi klinik. Dari wawancara 5 petugas terkonfirmasi bahwa hanya 4 petugas mengetahui uraian tugas, tanggungjawab dan wewenangnya. Berapa skor yang paling tepat terhadap pemenuhan TKK 1 EP 3 terkait dengan penetapan dan pemahaman uraian tugas?
a. TDD (Tidak Dapat Diterapkan)
b. 10
c. 5
d. 0

Upaya Kesehatan Masyarakat esensial dilaksanakan dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif. Untuk melihat keberhasilan capaian program maka ditetapkan indikator dan target kinerja masing-masing pelayanan. Dalam standar akreditasi dinamakan target kinerja utama UKM esensial.Apa nama dari salah satu indikator kinerja utama pelayanan UKM Esensial Promosi Kesehatan tersebut?
a. Persentase posyandu strata purnama dan mandiri
b. Persentase pembinaan PHBS
c. Persentase pembinaan posyandu
d. Persentase posyandu aktif

Dari telusur dokumen kontrak dengan pihak ketiga, ditemukan adanya dokumen bukti perjanjian kerja sama yang disertai dengan indikator kinerja pihak yang melakukan kerja sama. Tidak ditemukan dokumen pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pemenuhan indikator kinerja tersebut. Dari wawancara dengan Pimpinan klinik terkonfirmasi bahwa yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa harus dilakukan monev terhadap indikator tersebut. Berapa skor yang paling tepat Anda berikan kepada Klinik tersebut terhadap pemenuhan “ TKK 4 EP2 tentang indikator kinerja pihak ketiga di dalam kontrak”?
a. TDD (Tidak Dapat Diterapkan)
b. 10
c. 0
d. 5

Dalam rangka menilai upaya peningkatan mutu yang dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab kepada atasannya adalah dengan menyampaikan laporan secara periodik serta umpan baliknya. Untuk menilai kebijakan dan mekanisme yang mengatur kewajiban bagi Pemilik, PJ Klinik dan para penanggung jawab ruangan untuk melakukan umpan balik pelaporan, apa yang harus ditelusur oleh surveior?
a. Notulen rapat berkala apakah ada catatan tentang pemberian umpan balik yang dilakukan oleh PJ Klinik dan Kepala/PJ ruangan
b. Panduan/ SPO serta catatan kegiatan PJ Klinik yang meliputi bukti umpan balik kepada karyawan dengan kejelasan waktu, materi umpan balik dan hasil-hasil umpan balik
c. Kebijakan dan bukti tindak lanjut terhadap hasil umpan balik yang dilakukan oleh PJ Klinik dan para kepala ruangan/PJ Ruangan
d. Kebijakan, Panduan/pedoman/ SPO terkait umpan balik pelaporan, dan bukti-bukti pelaksanaannya

Puskesmas A telah melaksanakan kegiatan UKM esensial kesehatan keluarga dan mencapai 2 dari 5 target indikator kinerja kesehatan keluarga dengan bukti dukung 1) Surat Keputusan Kepala Puskesmas tentang Indikator dan target Kinerja Pelayanan UKM kesehatan keluarga sebagai bagian dari indikator kinerja Puskesmas 2) Bukti pencapaian target indikator kinerja kesehatan keluarga, tetapi tidak ada bukti analisisnya. Sebagai Surveior TKSD-UKM, Berapa Skor yang anda berikan kepada Puskesmas A terhadap pemenuhan elemen penilaian “Tercapainya indikator kinerja pelayanan UKM Esensial Kesehatan Keluarga sesuai dengan pokok pikiran disertai dengan analisisnya” ?
a. Tidak Dapat Diterapkan (TDD)
b. 5
c. 10
d. 0

Pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja dengan menggunakan indikator kinerja yang ditetapkan sesuai dengan jenis pelayanan yang disediakan dan kebijakan pemerintah. Salah satu bentuk pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja adalah audit internal. Dokumen bukti apa yang harus anda dilihat pada saat survei terkait pelaksanaan program audit internal tersebut ?
a. SK tim audit Internal beserta uraian tugas dan tanggung jawab yang dapat terintegrasi dengan SK penanggungjawab upaya pelayanan di Puskesmas
b. Rencana audit internal (audit plan), bukti pelaksanaan audit internal, instrumen audit internal dan KAK audit internal
c. KAK audit internal
d. Rencana audit internal (audit plan), bukti pelaksanaan audit internal, instrumen audit interna

Pada saat survei pada bulan februari 2024 anda mendapatkan dokumen pada H-4 berupa RPK tahun 2023, RPK tahun 2024, RPK bulan januari untuk kegiatan kesehatan lingkungan, beserta bukti pelaksanaan dan capaian kegiatan promotif dan preventif bulan januari 2024, dan RPK bulanan th 2023. Pada saat luring, KAK dan bukti pelaksanaan kegiatan promotif dan preventif upaya kesehatan lingkungan tahun 2023 hanya ditemukan untuk bulan Desember 2023. Berapa skor yang anda berikan untuk krieria 2.6.2 EP b terkait dengan pelaksanaan upaya promotif dan preventif pelayanan kesehatan lingkungan ?
a. 10
b. 5
c. 0
d. TDD

Petugas klinik B mengatakan ada program observasi buta kepala unit untuk memantau pelaksanaan kebersihan tangan, hasilnya 80 % menerapkan dengan benar. Hasil observasi surveior 4 dari 5 petugas yang diamati melakukan dengan benar. Ditemukan handrub di depan pintu pintu setiap unit, wastafel menurut petugas air bersih sering mati tapi ada penampungan, ditemukan SPO dan Program PPI. Berapakah skor yang tepat anda berikan terhadap Standar PMKP 3 EP 4 terkait dengan pelaksanaan hand hygiene ?
a. TDD (Tidak Dapat Diterapkan)
b. 5
c. 0
d. 10

Dari telusur regulasi dan dokumen di Puskesmas ditemukan dokumen RUK yang disusun dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan harapan masyarakat, hasil analisis data kinerja, dan rencana lima tahunan Puskesmas. Dari wawancara dengan Kepala Puskesmas, dan tim manajemen Puskesmas bahwa mereka memahami dan mampu menjelaskan dengan baik dan benar proses penyusunan RUK. Berapa skor yang paling tepat Anda berikan kepada Puskesmas terhadap pemenuhan kriteria 1.1.1. EP d tentang penyusunan RUK?
a. Tidak dapat diterapkan
b. 10
c. 0
d. 5

Dilakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja dengan menggunakan indikator kinerja yang ditetapkan sesuai dengan jenis pelayanan yang disediakan dan kebijakan pemerintah. Salah satu bentuk Pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja adalah audit internal. Dokumen bukti apa saja terkait EP3 pada kriteria 1.6.3 standar akreditasi Puskesmas ?
a. Rencana audit internal (audit plan), bukti pelaksanaan audit internal, instrumen audit internal
b. Bukti pelaksanaan tindak lanjut dan rekomendasi hasil audit internal
c. Rencana audit internal (audit plan), bukti pelaksanaan audit internal, instrumen audit internal dan KAK audit internal
d. Laporan hasil audit internal dan bukti umpan balik hasil audit internal kepada Kepala Puskesmas, tim mutu Puskesmas, pihak yang diaudit dan unit terkait

Diperoleh data bahwa Klinik baru melaksanakan 4 dari 7 program Manajemen fasilitas yang disertai SK penetapan SPO. Salah satu dari program tersebut adalah pemeliharaan sarana. Dari telusur dokumen, diperoleh data adanya dokumen bukti pelaksanaan yaitu inventaris sarana disertai dengan bukti pemeliharaan. Dari Observasi, pada setiap sarana sudah disertai dengan checklist pemeliharaan. Dari wawancara dengan petugas pemeliharaan sarana terkonfirmasi bahwa yang bersangkutan memahami mekanisme pemeliharaan sarana. Berapa skor yang paling tepat terhadap pemenuhan TKK 3 EP2 tentang ada program MFK sesuai maksud dan tujuan ?
a. 10
b. 5
c. 0
d. TDD (Tidak Dapat Diterapkan)

Diperoleh data bahwa Klinik baru melaksanakan 4 dari 7 program Manajemen fasilitas yang disertai SK penetapan SPO. Salah satu dari program tersebut adalah pemeliharaan sarana. Dari telusur dokumen, diperoleh data adanya dokumen bukti pelaksanaan yaitu inventaris sarana disertai dengan bukti pemeliharaan. Dari Observasi, pada setiap sarana sudah disertai dengan checklist pemeliharaan. Dari wawancara dengan petugas pemeliharaan sarana terkonfirmasi bahwa yang bersangkutan memahami mekanisme pemeliharaan sarana. Berapa skor yang paling tepat terhadap pemenuhan TKK 3 EP3 tentang ketersediaan daftar inventaris dan bukti pemeliharaan sarana ?
a. TDD (Tidak Dapat Diterapkan)
b. 10
c. 0
d. 5

Ditulis pada Tak Berkategori | Tinggalkan komentar